Minyak Pelumas dari Botol Plastik Bekas
Oleh Sandri Justiana, S.Si dan Budiyanti Dwi Hardanie, S.Si

tumpukansampah.jpgsampah.jpg

Percayakah Anda jika suatu saat nanti botol plastik bekas dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak pelumas untuk kendaraan bermotor? Jika tidak percaya, tanyakan saja pada Stephen J. Miller, Ph.D., seorang ilmuwan senior dan konsultan peneliti di Chevron. Bersama rekan-rekannya di Pusat penelitian Chevron Energy Technology Company, Richmond, California, Amerika Serikat dan University of Kentucky, ia berhasil mengubah limbah plastik menjadi minyak pelumas. Bagaimana caranya?

Sebagian besar penduduk di dunia memanfaatkan plastik dalam menjalankan aktivitasnya. Berdasarkan data Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, pada tahun 2001, penduduk Amerika Serikat menggunakan sedikitnya 25 juta ton plastik setiap tahunnya. Belum ditambah pengguna plastik di negara lainnya. Bukan suatu yang mengherankan jika plastik banyak digunakan. Plastik memiliki banyak kelebihan dibandingkan bahan lainnya. Secara umum, plastik memiliki densitas yang rendah, bersifat isolasi terhadap listrik, mempunyai kekuatan mekanik yang bervariasi, ketahanan suhu terbatas, serta ketahanan bahan kimia yang bervariasi. Selain itu, plastik juga ringan, mudah dalam perancangan, dan biaya pembuatan murah.

Sayangnya, di balik segala kelebihannya, limbah plastik menimbulkan masalah bagi lingkungan. Penyebabnya tak lain sifat plastik yang tidak dapat diuraikan dalam tanah. Untuk mengatasinya, para pakar lingkungan dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu telah melakukan berbagai penelitian dan tindakan. Salah satunya dengan cara mendaur ulang limbah plastik. Namun, cara ini tidaklah terlalu efektif. Hanya sekitar 4% yang dapat didaur ulang, sisanya menggunung di tempat penampungan sampah.

Masalah itulah yang mendasari Miller dan rekan-rekannya melakukan penelitian ini. Sebagian besar plastik yang digunakan masyarakat merupakan jenis plastik polietilena. Ada dua jenis polietilena, yaitu high density polyethylene (HDPE) dan low density polyethylene (LDPE). HDPE banyak digunakan sebagai botol plastik minuman, sedangkan LDPE untuk kantong plastik. Dalam penelitiannya yang akan dipublikasikan dalam Jurnal American Chemical Society bagian Energi dan Bahan Bakar (Energy and Fuel) edisi 20 Juli 2005, Miller memanaskan polietilena menggunakan metode pirolisis, lalu menyelidiki zat hasil pemanasan tersebut.

Ternyata, ketika polietilena dipanaskan akan terbentuk suatu senyawa hidrokarbon cair. Senyawa ini mempunyai bentuk mirip lilin (wax). Banyaknya plastik yang terurai adalah sekitar 60%, suatu jumlah yang cukup banyak. Struktur kimia yang dimiliki senyawa hidrokarbon cair mirip lilin ini memungkinkannya untuk diolah menjadi minyak pelumas berkualitas tinggi. Sekadar informasi, minyak pelumas yang saat ini beredar di pasaran berasal dari pengolahan minyak bumi. Minyak mentah (crude oil) hasil pengeboran minyak bumi di dasar bumi mengandung berbagai senyawa hidrokarbon dengan titik didih yang berbeda-beda. Kemudian, berbagai senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak mentah ini dipisahkan menggunakan teknik distilasi bertingkat (penyulingan) berdasarkan perbedaan titik didihnya. Selain bahan bakar, seperti bensin, solar, dan minyak tanah, penyulingan minyak mentah juga menghasilkan minyak pelumas. Sifat kimia senyawa hidrokarbon cair dari hasil pemanasan limbah plastik mirip dengan senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak mentah sehingga dapat diolah menjadi minyak pelumas. Pengubahan hidrokarbon cair hasil pirolisis limbah plastik menjadi minyak pelumas menggunakan metode hidroisomerisasi. Miller berharap minyak pelumas buatan ini dapat digunakan untuk kendaraan bermotor dengan kualitas yang sama dengan minyak bumi hasil penyulingan minyak mentah, ramah lingkungan, sekaligus ekonomis.

Sebenarnya, usaha pembuatan minyak sintetis dari senyawa hidrokarbon cair ini bukan suatu hal baru. Pada awal 1990-an, perusahaan Chevron telah mencoba mengubah senyawa hidrokarbon cair menjadi bahan bakar sintetis untuk tujuan komersial. Hanya saja bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan senyawa hidrokarbon cair berasal dari gas alam (umumnya gas metana) melalui proses katalitik yang dikenal dengan nama proses Fischer-Tropsch.

Pada proses Fischer-Tropsch ini, gas metana diubah menjadi gas sintesis (syngas), yaitu campuran antara gas hidrogen dan karbon monoksida, dengan bantuan besi atau kobalt sebagai katalis. Selanjutnya, syngas ini diubah menjadi senyawa hidrokarbon cair, untuk kemudian diolah menggunakan proses hydrocracking menjadi bahan bakar dan produk minyak bumi lainnya, termasuk minyak pelumas. Senyawa hidrokarbon cair hasil pengubahan dari syngas mempunyai sifat kimia yang sama dengan polietilena.

Gas alam yang digunakan berasal dari Amerika Serikat. Belakangan, daerah lepas laut Timur Tengah menjadi sumber gas alam karena di sana harga gas alam lebih murah. Minyak pelumas dari gas alam ini untuk sementara dapat menjadi alternatif minyak pelumas hasil pengolahan minyak bumi. Pada masa mendatang, cadangan gas alam di dunia diperkirakan akan segera menipis. Di lain pihak, kebutuhan akan minyak pelumas semakin tinggi. Kini, dengan adanya penemuan ini, pembuatan minyak pelumas nampaknya tidak lagi memerlukan gas alam. Cukup dengan memanfaatkan limbah botol plastik, jadilah minyak pelumas. Tertarik mencoba?

Leave a comment »

Polymer Informatics,
Membuat Komputer Mengerti Kimia

oleh Hosea Saputro Handoyo
mahasiswa HAN University of Professional Education, Belanda

polimerinfo.jpg

Polimer mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para biolog ataupun kimiawan, mulai dari DNA hingga PVC. Masyarakat Indonesia mungkin lebih sering mendengar kantong plastik “kresek” dibandingkan istilah polimer itu sendiri. Polymer chemistry dalam beberapa tahun ke belakang mulai dlirik sebagai inovasi dalam anti-cancer nanomedicine seperti yang telah dikemukan Ruth Duncan (2006) dalam Nature Reviews Cancer.

Dalam sistem ilmu polimer ‘tradisional’, salah satu tantangan yang paling sering dihadapi dalam riset adalah mencari molekul yang tepat. Bukan molekulnya tetapi nama yang tepat. Untuk mencari molekul CCC=C saja misalnya;
a. CAS, American Chemists Society memberi nama 1,3-butadiene, homopolymer
b. IUPAC, memberi nama polybutadiene, poly(but-1-ene-1,4-dyl), 1,4-polybutadiene, atau poly(buta-1,3-ene)
c. Scion (DuPont) memberi nama poly-1,3-butadiene

Dapat dibayangkan, berapa banyak waktu yang harus kita gunakan hanya untuk mencari satu molekul dengan berbagai nama dalam PubChem/PubMed/ Web of Science/ bahkan Scholar Google. Perlu disadari juga polymer chemist yang ada di dunia pun pasti akan terbagi-bagi dalam ‘parpol-parpol’ ?nya masing masing-masing yang mengikuti IUPAC, CAS, atau Scion dalam publikasi mereka. Rumit sekali bukan?

Beranjak dari permasalahan ini, Dr. Nico Adams, seorang polymer chemist sekaligus informatician, berusaha untuk mempermudah hidup dari polymer chemists ataupun para peneliti yang berurusan dengan dunia polimer. Bersama timnya di Unilever Cambridge Centre for Molecular Informatics (UCCMI), beliau mulai mengembangkan sebuah sistem yang mampu “mengorganisir” dunia polimer melalui teknologi informatika. Dengan menciptakan Polymer Markup Language, UCCMI membuat sebuah ‘bahasa’ dimana computer mampu mengenali istilah-istilah polimer bahkan menyusun hingga memprediksi struktur hingga physical properties dari molekul itu.

Tidak berhenti sampai disitu, mereka pun membuat program yang diberi nama OSCAR atau Open Source Chemistry Analysis Routines (kini dalam generasi ke-3) yang mampu memindai artikel riset dan merangkum semua polimer yang ada dalam artikel tersebut dan membandingkannya dengan database. Ini akan membuat kesalahan analisis dan pencantuman data dapat dihindari secara dini. Walaupun demikian, pengawasan manusia masih diperlukan mengingat masih belum sempurnanya program ini.

Setelah Bioinformatics, kini Polymer Informatics, membuat hidup menjadi lebih mudah dengan membuat komputer mengerti kimia.

Leave a comment »

 Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin Tak Baik Bagi Tubuh


obat.jpg

Kapanlagi.com – Mengkonsumsi vitamin dan mineral dalam jumlah banyak dapat berakibat buruk bagi tubuh, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Inggris, FSA, mengingatkan, Kamis.

Sebagian makanan tambahan (suplemen) umumnya aman untuk dikonsumsi, kata FSA dalam pernyataannya.

Tetapi dalam himbauannya, lembaga itu mengatakan suplemen chromium picolinate dengan kadar tinggi dapat menyebabkan kanker dan meminum beberapa mineral serta vitamin lainnya yang digunakan dalam kurun waktu lama dapat berbahaya.

Tiga jenis suplemen seperti vitamin C, calcium dan zat besi dapat menimbulkan efek berbahaya bila dikonsumsi dalam dosis tinggi walaupun untuk jangka waktu pendek dan gejalanya dapat hilang apabila konsumsi tersebut segera dihentikan.

“Dalam banyak kasus kita dapat memperoleh zat makanan cukup hanya dari pola makan yang seimbang tetapi banyak orang yang memilih untuk mengkonsumsi suplemen.”

“Mengkonsumsi suplemen dosis tinggi dalam kurun waktu cukup lama dapat berbahaya,” kata Sir John Krebs, direktur FSA.

FSA mengatakan vitamin C ukuran 1.000 mg, calcium 1.500 mg dan 17 mg zat besi per hari adalah jumlah yang dapat menyebabkan gangguan perut atau diare pada sebagian orang walaupun gejala tersebut segera hilang begitu konsumsi dihentikan.

FSA juga menyarankan untuk mengkonsumsi vitamin B6 tidak melebihi 10 mg per hari kecuali diberikan resep dokter.

Beta-carotene anti-oxidant, yang ditemukan dalam buah-buahan maupun sayuran yang berwarna oranye atau kuning, akan dapat membuat efek yang berbahaya bagi kaum perokok apabila dikonsusmsi dalam jangka waktu yang lama.

Unsur mangan dapat berbahaya bagi manula setelah dikonsumsi selama periode tertentu, sementara asam nicotin, zinc dan phosphor dapat membahayakan kesehatan setelah dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Anjuran dan himbauan FSA itu dapat diperoleh di situs internet berdasarkan penelitian dan bukti hasil tes ujicoba mengenai keamanan mengkonsumsi vitamin dan mineral dengan tujuan menolong konsumen agar dapat menjatuhkan pilihan yang tepat dan benar.

“Sebagai tambahan FSA saat ini masih mempertimbangkan tindakan yang akan diambil terhadap industri suplemen,” kata Krebs lagi.

FSA meninjau kembali petunjuk konsumsi 34 vitamin dan mineral terutama menekankan masalah waktu yang tepat dan benar diperuntukkan bagi tubuh dalam kasus umum.

FSA juga akan berkonsultasi mengenai kemungkinan melarang industri obat memproduksi Chromium picolinate, yang selama ini diminum sebagian orang untuk menetralisir kadar gula dalam darah. (ant)

Leave a comment »

 Buncis, Alternatif Baru Buat Penderita Diabetes


sayur.jpg

Kapanlagi.com – Sebuah riset yang sekaligus sebagai disertasi doktor seorang mahasiswa pasca sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan bahwa buncis dapat menjadi alternatif baru bagi penderita penyakit diabetes melitus.

Hal itu terungkap dalam ujian disertasi yang disampaikan Yayuk Andayani, mahasiswa Program Studi Biologi Program Pasca Sarjana IPB untuk meraih gelar doktor, kata Kepala Humas, Promosi dan Hubungan Alumni IPB, drh Agus Lelana di Bogor, Rabu.

Pada ujian pada hari Selasa (9/9) dengan Komisi Pembibing Prof drh Reviany Widjadja Kusuma Phd (Ketua) dengan anggota Prof dr Slamet Suyono, Sp.PD, KEMD, Dr Rimbawan dan Dr drh Heru Setijanto, serta penguji Luar Komisi Prof Dr dr Mulyanto (Guru Besar Universitas Mataram) dan Prof dr Ir Dedi Muchhtaddi (Fateta IPB), hasil riset tersebut dipaparkan dengan gamlang.

Menurut Yayuk Andayani, diabetes, merupakan penyakit dengan kadar gula darah tinggi yang menyebabkan penderitanya terpaksa harus hati-hati dalam menerapkan pola makan.

Selama ini para dokter seringkali menganjurkan agar penderita disiplin dalam mengkonsumsi obat, berdiet dan melakukan olah raga serta menjauhi stres.

Diakui bahwa saat ini banyak obat yang beredar di pasaran untuk mengobati diabetes tersebut, namun seringkali harganya mahal karena bahan-bahannya haruslah diimpor.

Namun kini kita penderita diabetes tak perlu khawatir karena ternyata sayur Buncis tebukti mampu mengobati diabetes melitus.

Dalam disertasi penelitiannya bertajuk “Mekanisme Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Buncis Pada Tikus Diabetes Dan Identifikasi Komponen Aktif”, Yayuk Andayani menjelaskan dalam risetnya ia melakukan percobaan pada tikus jantan putih berumur 3 bulan dengan perlakuan induksi diabetes.

Tikus tersebut sebelumnya telah diberi ekstrak buncis sehingga 30 menit setelah “dengan sengaja” dibuat menderita diabetes, di mana akhirnya diketahui tekanan gula darah tikus-tikus percobaan kembali normal tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik(dibawah kadar gula normal).

Hal tersebut, katanya, bisa dipahami sebab dalam buncis mengandung “b-sitosterol” dan “stigmasterol” yang bisa meningkatkan produksi insulin.

Selain itu, sayur berwarna hijau panjang ini dalam 100 gram-nya mempunyai komposisi karbohidrat 7,81%, lemak 0,28%, protein 1,77%, serat kasar 2,07%, dan kadar abu 0,32%.

“Dengan begitu, konsumsi buncis tentunya akan mampu mengontrol kadar gula darah yang tinggi. Sehingga penderita diabetes melitus bisa menjadikan ini sebagai alternatif baru untuk mengobati penyakit yang seringkali banyak memakan korban,” katanya.

Bagi dunia kedokteran, kata dia, riset itu bisa menjadi referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis, sehingga obat diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia.

Setelah memaparkan hasil penelitiannya tersebut, Yayuk Andayani dinyatakan sebagai doktor baru yang dilahirkan IPB. (antara/*)

Leave a comment »

Testis Tertendang, Bisakah Jadi Mandul?


cheating.jpg
 

Kapanlagi.com – Banyak hal yang masih belum diketahui oleh pria mengenai alat reproduksinya. Terutama hal-hal seputar alat kelaminnya misalnya, mengapa ada bercak darah di spermanya, benjolan di Mr P apa penyebabnya dan sebagainya. Tanya jawab populer soal alat reproduksi pria ini mungkin bisa menjawab apa yang terjadi pada Anda.

Tanya (T): Bisakah menjadi mandul bila testis tertendang?

Jawab (J) : Testis tertendang bisa terasa sangat sakit karena genital adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki tingkat konsentrasi paling tinggi dibandingkan bagian tubuh lainnya. Bisa menyebabkan kemandulan atau tidak itu tergantung pada efek yang dihasilkan. Jika tendangan tersebut menghasilkan efek yang parah (misalnya perdarahan dalam) maka risiko untuk mandul akan menjadi sangat tinggi.

T: Saya memiliki tonjolan disekitar Mr.P dan scrotum. Apakah ini termasuk penyakit seksual menular, padahal saya tidak pernah melakukan hubungan seks?

J: Tonjolan disekitar Mr.P bisa saja karena abrasi, gigitan nyamuk atau tertoreh. Ini bisa diatasi dengan membersihkan ujung dan bagian Mr.P dengan air, sabun atau anti bakteri.

Namun jika tonjolan yang tumbuh dikarenakan aktivitas seksual atau juga kutil yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), diperlukan perawatan medis untuk mengatasinya. Saran terbaik yaitu setiap kali Anda menemukan sesuatu tumbuh pada alat kelamin Anda, segeralah memeriksakannya.

T: Setelah melakukan hubungan seksual terdapat bercak darah pada sperma, mengapa demikian?

J: Sperma dengan darah didalamnya bisa berarti pembuluh darah tengah membuang darah kotor yang ada pada saluran kencing. Atau kemungkinan lain yaitu terjadi infeksi pada prostat. Meskipun tidak berbahaya, namun sebaiknya nda melakukan pemeriksaan pada dokter Anda.

T: Pada sebelah kanan testis saya ada gumpalan kecil yang hampir sama besarnya dengan kelereng. Apakah ini dapat membahayakan?

J: Dari tanda yang disebutkan, kemungkinan Anda mengalami kista, merupakan epididymis atau spermatic yang membengkak dan menyebabkan berbagai macam dampak. Ada baiknya Anda segera menghubungi dokter untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan.

T: Banyak tonjolan berukuran kecil yang muncul didekat genital, apakah ini kutil?

J: Kemungkinan tonjolan tersebut adalah molluscum contagiosum, folikel atau infeksi lainnya yang sering muncul pada kulit. Mollusca adalah tonjolan yang berbentuk keras dan terasa gatal. Ada yang berwarna putih, transparan atau kuning. Ukurannya pun beragam ada yang besar dan ada yang kecil. Biasanya mereka ditemui dibagian bawah genital, abdomen dan genitals.

Ini disebabkan oleh virus yang bisa menyebar pada area lain dan juga orang lain melalui kontak langsung atau kontak seksual. Bisa juga melalui kontak dengan nonseksual misalnya melalui handuk dan baju.

Tersedia bermacam-macam metode untuk mengatasi molluscum contagiosum. Misalnya scraping,curettage dan freezing. Untuk mengetahui metode yang tepat untuk Anda, lakukan konsultasi dengan dokter Anda.

T: Saya mempunyai noda putih pada ujung Mr.P dan kulit yang mengencang, apa yang harus saya lakukan?

J: Noda putih yang ada pada ujung Mr.P mungkin hanyalah papules. Ini sering terjadi pada pria. Papules ini sering disalahartikan sebagai condyloma (kutil kelamin). Untuk mengetahuinya lakukan pemeriksaan.

Kulit mengencang seringkali menyebabkan nyeri saat ereksi, masturbasi atau aktivitas seksual lainnya. Untuk mengatasinya pergilah kedokter untuk menjalani perawatan. (tim kapanlagi.com)

Leave a comment »

 Tips Ngemil yang Sehat


eat-snack.jpg

Kapanlagi.comNgemil merupakan salah satu cara mendapatkan kepuasan dari himpitan tekanan hidup. Padahal, semakin sering ngemil, seseorang makin sering dikejar rasa bersalah karena dihantui kegemukan dan berpola hidup tak sehat. Tak perlu cemas, ada cara ngemil sehat yang bisa Anda coba berikut ini:

- Ngemil biasanya datang karena stres. Ya, makan hanyalah pelarian dari kondisi tersebut. Oleh karenanya, temukan penyebab stres Anda hingga tak mencoba mencari penghiburan lewat makanan yang tak menyehatkan. Khusus untuk ibu hamil yang biasanya memiliki mood tak menentu, sediakan camilan sehat terdiri dari buah-buahan atau sayuran.

- Sebaiknya stok lemari makan atau kulkas Anda dengan makanan sehat mengenyangkan seperti popcorn, roti kering, nasi goreng, jus buah tanpa pemanis, buah dan sayur segar, yogurt rendah lemak, keju rendah sodium dan lemak. Gunakan juga garam substitusi jika Anda membutuhkan.

- Untuk waktu senggang Anda, sediakan jus anggur atau pir. - Pilihlah makanan ringan yang sarat serat, misalnya apel dengan kulitnya.

- Hindari camilan kaya lemak rendah gizi seperti es krim, keripik kentang dan lainnya.

- Jangan terlambat makan siang. Pasalnya, makan siang yang terlambat, akan membuat Anda merasa lapar kembali tiga jam setelah makan. Kalau tidak ngemil, kecenderungan makan dalam porsi yang lebih banyak pada makan malam.

- Ngemil dilakukan orang saat mood sedang buruk atau stres. Terkadang, saat keinginan ngemil muncul, kita tidak tahu apa yang sebetulnya kita rasakan.

Berikut jenis camilan sehat sesuai mood.

a. Saat bosan: pilih popcorn, wortel, roti batang, asinan, atau nasi goreng sebagai cemilan.

b. Saat kesepian: pilih es krim rendah lemak, yogurt tanpa lemak, pisang atau mangga, sup ayam, keju rendah lemak dengan buah, susu rendah lemak dan kue atau biskuit.

c. Saat Anda merasa betul-betul lapar: sebaiknya konsumsi keju rendah lemak plus buah, yogurt dan buah, sereal dan susu, roti dengan selai apel, pisang dan segelas susu rendah kalori, atau secangkir sup panas dengan sayur dan biskuit.

d. Jika Anda haus: puaskan dengan minum air putih, jus buah, perasan jeruk, semangka, anggur, atau buah kesukaan lainnya. (msn/rita)

Leave a comment »

Efek Sunat Terhadap Seks

mrp.jpg

Pada beberapa studi awal untuk mempelajari efek sunat terhadap fungsi seksual, dua penelitian terbaru memberikan hasil yang berlawanan dan memberikan bukti untuk mendukung kedua pihak yang berdebat mengenai prosedur ini. Dalam sebuah penelitian, para peneliti dari University of North Carolina yang dipimpin oleh Dr. Kenneth Fink menunjukkan bahwa pria dewasa yang melakukan sunat melaporkan penurunan baik pada fungsi ereksi dan sensitivitas penis setelah prosedur tersebut.

Sementara pada penelitian lain, berdasarkan hasil dari kelompok pasien yang lebih kecil, Dr. Sean Collins dari Louisiana State University dan timnya menemukan bahwa pria dewasa yang baru saja disunat melaporkan tidak adanya perbedaan pada fungsi seksual setelah prosedur tersebut.

Fink dan timnya juga mencatat, meskipun melaporkan penurunan dalam fungsi seksual mereka, 62% pria tersebut mengatakan kalau mereka puas dengan hasil prosedur ini. Dalam dua penelitiannya, kebanyakan pria menjalani prosedur ini untuk perawatan kondisi medisnya, seperti fimosis, suatu kondisi dimana kulit luar tidak dapat ditarik melewati kepala penis.

Akhir-akhir ini, sebuah perdebatan berlangsung mengenai prosedur ini, dengan satu pihak menekankan penurunan jumlah infeksi dan PMS diantara pria yang disunat dan di pihak lain menekankan rasa sakit serta stress yang ditimbulkan terhadap seorang bayi saat di sunat, selain komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh prosedur ini. Saat ini the American Academy of Pediatrics menganggap keuntungan medis potensial dari sunat pada pria tidaklah terlalu penting untuk sampai direkomendasikan agar semua anak laki-laki disunat.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Fink dan timnya, para peneliti meneliti 123 pria yang telah disunat untuk membandingkan fungsi dan kenikmatan seksual yang mereka rasakan sebelum dan sesudah di sunat, sementara penelitian Collins dan rekan-rekannya berdasarkan survei terhadap 15 pria yang dilakukan sunat pada saat sebelum dan 12 minggu setelah prosedur.

Berkomentar terhadap penelitian Collins kepada Reuters Health, Fink menjelaskan kalau berbicara kepada pasien sebelum dan setelah prosedur merupakan cara yang lebih baik untuk mengukur perubahan, tapi kalau hanya terhadap 15 pasien merupakan jumlah yang terlalu kecil untuk mendeteksi apapun kecuali perbedaan ukuran.

Fink menambahkan bahwa kedua penelitian ini memiliki kelemahan yaitu mereka meneliti perubahan fungsi seksual pada orang dewasa setelah melakukan sunat dimana, pada banyak kasus, melakukan sunat untuk memperbaiki masalah medis mereka. Konsekuensinya, Fink menjelaskan bahwa laporan seorang pria akan kenikmatan dan fungsi seksualnya mungkin dipengaruhi oleh kondisi medis yang ditandai oleh sunat.

Dengan alasan ini, Fink mengatakan, seseorang dapat menduga para partisipan penelitian untuk melaporkan peningkatan dalam fungsi seks setelah disunat, yang bisa jadi disebabkan perbaikan kondisi medisnya. Namun, penurunan fungsi seksual, seperti yang dilaporkan dalam penelitian Fink, menunjukkan kalau mungkin ada faktor lain yang mempengaruhi perubahan ini, katanya.

Sebagai penjelasan mengenai mengapa pria dalam penelitiannya melaporkan kepuasaan yang tinggi meskipun ada penurunan dalam fungsi seksualnya, Fink mengatakan kalau beberapa orang merasa senang akan penurunan sensitifitasnya, yang memungkinkan mereka untuk menunda orgasme dan lebih baik dalam memuaskan pasangannya. Fink mencatat kalau laporan pria akan kepuasaan seksualnya tergantung banyak faktor. “Ini berarti berbeda untuk tiap pria,” katanya, “Secara keseluruhan, tampaknya cukup berharga bagi mereka untuk menjalani sunat ini.”

Fink menekankan kalau penelitian mengenai sunat pada orang dewasa tidaklah dapat langsung diaplikasikan pada bayi yang baru lahir. Tapi mungkin dapat menjadi pertimbangan orang tua saat memutuskan untuk menyunat anaknya. (klinikpria.com)

Leave a comment »

Teh Hijau Bisa Sembuhkan Parkinson

green-tea.jpg

Tampaknya teh hijau makin menunjukkan banyak manfaat kesehatan. Yang sudah kita semua dengar adalah bahwa teh hijau dapat melindungi kita dari kanker dan penyakit jantung. Nah, tampaknya teh hijau juga dapat mencegah penyakit parkinson, menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan rutin the American Academy of Neurology.

Satu kelompok peneliti Houston meneliti polyphenol, suatu antioksidan kuat yang merupakan komponen utama teh hijau. Penelitian terhadap hewan terdahulu mengindikasikan kalau ekstrak teh hijau mungkin memiliki efek mencegah Parkinson. Namun, mekanisme yang mendasari perlindungan ini belumlah dimengerti oleh para ahli.

Penyakit Parkinson terjadi jika sel otak yang memproduksi sebuah senyawa, disebut dopamine, mati di daerah otak yang mengontrol gerakan. Karena level dopamin jatuh, gemetar dan gerakan kejang yang tak terkontrol terjadi. Penderita Parkinson juga memiliki gerakan sangat lambat dan beberapa menderita demensia.

Beberapa teori menyatakan kalau Parkinson disebabkan oleh bahan beracun yang membunuh sel otak dan menyebabkan level dopamine jatuh. Para peneliti ingin melihat apakah efek yang dimiliki polyphenol atau teh hijau terhadap sel otak tersebut.

Pada penelitian terhadap tikus, para peneliti menemukan kalau polyphenol menghambat MPP+ untuk memasuki sel-sel otak ini, sebuah bahan yang diketahui dapat membunuh sel otak dan menyebabkan parkinson pada tikus.

Polyphenol tampaknya terlibat dalam sistem penyaluran yang memungkinkan racun merusak masuk ke otak, kata peneliti Tianhong Pan, MD, PhD, dari Baylor College of Medicine di Houston dalam siaran pers. Efek polyphenol di otak belumlah dites pada manusia, tapi jika Anda ingin mencobanya dan memiliki masalah dengan rasa teh hijau, Anda dapat mencoba kapsul teh hijau yang tersedia di pasaran. (klinik pria)

Leave a comment »

Minum Alkohol Dapat Cegah kerapuhan Tulang
alk.jpg

Mengkonsumsi minuman beralkohol secara moderat bisa membantu para wanita melindungi dirinya dari penyakit kerapuhan tulang. Hal itu disampaikan oleh tim peneliti dari St Thomas Hospital London, Inggris pimpinan Professor Tim Spector yang dipublikasikan pada Annals of the Rheumatic Diseases.

Tingkat konsumsi moderat diartikan sebagai rata-rata mengkonsumsi delapan unit setiap pekannya dan itu merupakan hal yang sangat kecil. Para periset pimpinan Profesor Tim Spector memfokuskan penelitian dampak mengkonsumsi alkohol secara moderat dengan melakukan pengukuran pada kepadatan tulang dibagian pinggul dan punggung (tulang belakang).

Cairan kimia dari tulang akan diukur untuk menentukan tingkat kerapuhan yang turun melalui air seni. Hasil penelitian Profesor Tim Spector sekaligus mendukung hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan merokok bisa membuat tulang menjadi mengecil dan memicu osteoporosis.

Meski tidak dipungkiri, tim peneliti gagal untuk menunjukan secara gamblang bagaimana hubungan produksi tulang dengan konsumsi alkohol. Professor Tim Spector juga mengingatkan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi alkohol akan berdampak buruk pada struktur tulang.

” Alkohol seperti halnya obat yang lain bekerja pada tingkat tertentu. Berbeda orang juga akan menimbulkan reaksi yang juga berbeda. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan prosedur yang pasti agar bisa digunakan dengan sebaik-baiknya.”

Bulan silam sebuah survey menunjukkan bahwa dengan meningkatnya resiko kerapuhan tulang akan membuat semakin tinggi resiko terkena osteoporosis. Hasil survey menunjukan bahwa 1,683 wanita di Eropa yang berusia diatas 50 tahun sebanyak 47% tidak menyadari resiko terkena resiko osteoporosis.

Diperkirakan penyakit osteoporosis ini telah menyedot setidaknya 4.8 milyar euro setiap tahunnya untuk berobat di rumah sakit. Kerusakan tulang biasanya tidak tampak diawali sebuah gejala dimana osteoporosis juga tidak bisa di diagnosa sampai satu tahun setelah tulang mengalami kerusakan yang parah.

Mengkonsumsi vitamin D disebut mampu menjadi peran yang penting untuk membangun sebuah tulang yang kuat dan sehat. (mydoc/tutut)

Leave a comment »

Ilmuwan Inggris Temukan Jel untuk Cegah Penularan AIDS

aids.gif

Perang terhadap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), terus mengalami kemajuan. Sejumlah ilmuwan yang dipimpin Profesor Robin Offord dan Olivier Hartley dari Universitas Jenewa, Swiss, baru-baru ini, berhasil mengembangkan sejenis molekul yang diyakini dapat melindungi manusia dari virus HIV/AIDS.

Sebuah protein yang disempurnakan dari protein sistem kekebalan tubuh manusia itu terbukti dapat melindungi monyet betina dari virus HIV. Rencananya, formula itu dikembangkan dalam bentuk jel yang dapat digunakan manusia untuk mencegah penularan HIV secara seksual. Dalam uji laboratorium, senyawa itu mampu melindungi sel dari serangan virus HIV selama satu hari penuh.

Artinya, secara teori, orang yang menggunakan jel kimia itu terlindungi dari serangan HIV/AIDS setidaknya 24 jam sebelum berhubungan seks. Maksimal pada tahun depan, efek samping jel tersebut terhadap manusia sudah dapat diketahui. Kemudian, obat pencegah itu diuji tingkat kemanjurannya dalam menghalangi infeksi HIV/AIDS pada kelompok yang berisiko tinggi.

Selanjutnya, Offord dan rekan-rekannya akan mengembangkan cara yang lebih murah dan mudah untuk membuat molekul tersebut. Seperti diketahui, HIV dapat memproduksi sel sendiri dalam aliran darah manusia, yaitu pada sel-sel darah putih (leukosit). Sel-sel darah putih yang biasanya melawan bila diserang virus, tidak akan melawan HIV.

Hal ini bisa terjadi karena HIV merupakan sejenis retrovirus atau virus yang dapat berkembang biak dalam darah manusia. Belakangan, virus tersebut menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih, termasuk limfosit, yang disebut “T-4″ atau T-penolong (helper) yang juga dikenal dengan sel CD-4. Untuk dapat menginfeksi CD-4, HIV membutuhkan reseptor–satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh–yang disebut CCR5.

Menurut penelitian Offord dan timnya, orang yang mempunyai banyak sel CD-4 dengan sedikit CCR5 hampir dipastikan aman dari infeksi HIV. Sel itu berperan sebagai kurir sistem kekebalan kimia yang disebut regulated on activation normal T expressed and secreted (RANTES). Nah, RANTES inilah yang sedang dikembangkan oleh tim pimpinan Offord untuk mencegah infeksi HIV. (mydoc/t2t)

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.